Rabu, 18 Agustus 2010

Beberapa Hal Yang Penting ttg zikir

Beberapa Hal Yang Penting

1. al-Imam an-Nawawi berkata seyogiyanya bagi siapa yang sampai berita tentang hadits-hadits keutamaan amal (Fadhail A’mal) dari kebiasaan dan ibadah Rasulullah Saw, hendaklah diamalkan walaupun sekali saja supaya dia termasuk orang yang mengamalkannya (ahlinya), dan jangan ditinggalkan secara mutlak tetapi hendaklah diamalkannya apa yang mudah baginya karena sabda Nabi Saw dalam Hadits al-Muttafaq ‘Alaih “Apabila aku perintahkan kepada kamu sesuatu maka lakukanlah semampumu”.
2. Beliau berkata lagi “Para Ulama Muhadditsin dan Fuqaha berfatwa boleh dan baik beramal tentang fadilah, Targhib dan Tarhib dengan hadits dha’if tetapi tidak boleh dengan hadits palsu”.
Dengan inilah al-Hafiz Ibn Shalah berfatwa, sebagaimana juga hal ini dipendapati oleh kebanyakan ahli hadits seperti Imam ats-Tsauri, Ibn Hambal, Ibn ‘Uyainah, Ibn Mubarak, Ibn Mahdi dan Ibn Mu’in. Ibn ‘Adi telah membuat beberapa bab tentang hal ini dalam kitabnya al-Kamil, demikian pula al-Khatib dalam kitabnya al-Kifayah.

ZIKRULLAH
Dari Mu’az bin Anas dari Rasulullah Saw, bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw jihad apakah yang paling besar pahalanya, beliau bersabda “mereka-mereka yang banyak berzikir kepada Allah SWT”. Lelaki itu bertanya lagi, puasa siapakah yang paling besar pahalanya, beliau menjawab “mereka-mereka yang banyak berzikir kepada Allah SWT”. Lalu laki-laki itu bertanya lagi tentang shalat, zakat, puasa, haji dan shadaqah, Rasulullah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.
Dari Mu’az bin Anas juga beliau meriwayatkan hadits tentang keutamaan Qulhuwallahu Ahad, Umar berkata, kalau begitu kami perbanyak membacanya ya Rasulullah, Rasulullah menjawab “kalimat Allah itu lebih banyak dan lebih baik”.
Oleh karena itu ahli Sufi adalah orang yang ahli zikir dan senantiasa berzikir kepada Allah ‘Azza wajalla.


FADILAH ZIKIR
Allah ‘Azza wajalla berfirman maka ingatlah Aku, Aku pun akan ingat kepadamu (QS : al-Baqarah : 152). Para ahli sufi berkata sekiranya dalam Qur’an tidak ada ayat yang menjelaskan anjuran zikir dan keutamaannya maka cukuplah ayat ini sebagai dalilnya. Firmannya lagi “Hai orang yang beriman, ingat kamulah Allah dengan ingat yang banyak dan bertasbihlah kepadanya pada waktu pagi dan petang (QS : al-Ahzab : 41-42). Maka tuntutan zikir adalah banyak tanpa dibatasi oleh waktu dan bilangan serta cara berbeda dengan ibadah-ibadah yang mahdhah, inilah menunjukkan keutamaan zikir.
Allah ‘Azza Wajalla memuji para Ulil Albab karena mereka melakukan apa yang disebut Allah dalam firman “mereka itulah yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Dan mereka berfikir tentang kejadian langit dan bumi (QS : Ali Imran : 191).
Maka makna ayat ini adalah orang yang tidak melakukan zikir dan fikir tidaklah disebut Ulil Albab. At-Tarmizi meriwayatkan daripada Abi Sa’id al-Khudri, bahwa Nabi ditanya seseorang, “hamba-hamba manakah yang lebih utama derjatnya disisi Allah pada hari kiamat”, beliau bersabda : adalah laki-laki dan perempuan yang berzikir kepada Allah. Ia berkata lagi, apakah lebih afdhol juga orang yang berperang di jalan Allah” beliau bersabda : walaupun ia telah menghunus pedangnya untuk orang kafir musyrik sehingga mereka hancur dan ia telah menumpahkan darah niscaya orang yang berzikir banyak kepada Allah adalah orang yang lebih utama derjatnya.
At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Jabir r.a., beliau bersabda : tidak ada satu amal seseorang yang lebih menyelamatkan daripada azab Allah kecuali dengan zikrullah. Ditanya lagi, “dan apakah jihad tidak lebih afdhol, beliau bersabda : ya, walaupun jihad fi sabilillah.
At-Tarmizi dan Ibn Majah meriwayatkan sebuah hadits dari Abi ad-Darda’ Rasulullah bersabda : maukah kamu ku beritahu amalmu yang terbaik dan yang paling bersihnya disisi Rajamu dan yang paling tinggi derjatnya disisi kamu dan lebih baik infaqmu dari emas dan perak dan lebih baik daripada memerangi atau membunuh musuh-musuhmu, kamu tebas leher mereka dan mereka tebas lehermu, mereka berkata : mau ya Rasulullah, beliau bersabda : zikrullah.
Karena inilah para ahli shufi mengatakan berzikir dengan lalai itu lebih baik daripada lalai dari berzikir.


SEBAB KEUTAMAAN ZIKIR

Yang dimaksud dengan keutamaan zikir itu ialah apabila zikir itu dilakukan dengan syarat-syarat zahir dan batin.Dia(zikir)itu akan memberi dampak yang sangat signifikan bagi kita,baik disaat kita tertimpa musibah maupun tidak.Namun jika kita mengingat allah saat susah saja,maka itu dapat dikatakan mempermainkan Allah,logikanya,sedangkan manusia aja jengkel kalau kita mendekatinya kalau disaat susah,namun saat senang lupa atau lalai padanya apalagi dengan Allah,yang hakikatnya tidak membutuhkan sedikut pun amal ibadah hambanya terebut.Akan tetapi Allah maha segalanya,insya allah kalaupun kita mendekat padaNYA disaat susah saja lebih baik dari pafda tidak sama sekali(lalai selamanya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar